|
Berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 30 persen dari 57,5 juta penduduk desa di Indonesia saat ini kekurangan akses terhadap pasokan air bersih. Sumur-sumur dangkal hasil pengeboran merupakan cara yang ekonomis dan relatif mudah untuk menangani permasalahan ini. IRD telah bekerja bersama komunitas-komunitas di Aceh dan Yogyakarta untuk menyediakan dan/atau merehabilitasi sumur-sumur di komunitas-komunitas pedesaan serta di sekolah-sekolah di sekitarnya. IRD membantu 40 komunitas untuk membuat 83 sumur galian dan 10 sumur bor dengan menara air untuk melayani hampir 3500 orang. Pekerjaan ini, yang juga meliputi 12 sekolah di Aceh Barat, dilaksanakan dengan dana dari the Latter-Day Saints Charities dan UNICEF. Di Yogyakarta, IRD membantu merehabilitasi sumur-sumur di 163 sekolah pasca gempa bumi tahun 2006 dengan dana dari UNICEF. IRD IRD menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, dengan keterlibatan masyarakat yang kuat dalam proses identifikasi, perencanaan dan pelaksanaan, termasuk pengelolaan dan pemeliharaan. Sasaran kami adalah untuk memfasilitasi solusi-solusi yang efektif biaya dan berkelanjutan yang memaksimalkan jumlah penerima manfaat dan dapat dipelihara dengan mudah selama bertahun-tahun kedepan. 
Melibatkan Masyarakat sejak Awal IRD memulai dengan bertemu dengan pemerintah setempat, para kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk memastikan semua pemangku kepentingan memahami kegiatannya dan memiliki kesempatan untuk terlibat. Para relawan diminta untuk berpartisipasi dalam pemetaan dan pengumpulan data awal. Pada saat IRD menyelesaikan pengumpulan data yang mendalam dan independen melalui kunjungan ke rumah-rumah dan diskusi-diskusi kelompok fokus, IRD menyampaikan hasil profil komunitas dalam sebuah pertemuan dengan komunitas tersebut untuk mendapatkan umpan balik. Masyarakat kemudian memutuskan penempatan sumur yang strategis dan bagaimana mereka sendiri akan terlibat dalam pembangunan sarana tersebut. Membentuk Kelompok Inti dan Komite Sanitasi Air Sebuah Kelompok Inti beranggotakan para relawan dibentuk di setiap desa untuk mengatur dan mengawasi keterlibatan masyarakat dalam program. Para anggotanya mencakup kepala desa, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh perempuan, penyedia layanan kesehatan, kepala-kepala sekolah, dan perwakilan pemuda. Kelompok Inti ini bekerja bersama IRD untuk menyelesaikan solusi sanitasi yang direkomendasikan untuk dipersembahkan kepada komunitas tersebut. Kelompok inti ini juga bertanggung jawab untuk mempromosikan kesehatan dan kebersihan, memantau kemajuan proyek, dan memelihara sarana air dan sanitasi di tingkat desa. Komite Sanitasi Air dibentuk dibawah Kelompok Inti. Komite ini bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan berpartisipasi dalam pelaksanaan proyek maupun pemeliharaan dan pengoperasian selanjutnya di setiap desa setelah proyek selesai Membuat Sumber Air Standar minimum air bersih yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari seperti memasak, mandi dan sanitasi adalah 50 liter per hari per orang. IRD bekerja bersama masyarakat untuk mengidentifikasi sumber air yang paling efisien dan ekonomis untuk memasok kebutuhan air desa. Apabila jaringan distribusi tak dapat diakses, sumur-sumur dangkal dapat digali asalkan batas atas permukaan air tanahnya (water table) cukup tinggi dan sumber airnya layak untuk konsumsi. Sumur-sumur dangkal cukup sederhana dan cepat pembuatannya. Sumur-sumur ini dapat pula digunakan sebagai sarana kakus apabila tidak dapat dikoneksikan dengan sistem pembuangan air. Masyarakat menggali sumur tersebut dan membuat pinggirannya dengan semen dengan bantuan dan pengawasan dari IRD. Apabila sumur dangkal bukanlah solusi yang baik, sumur bor merupakan alternatif beserta pelatihan tambahan dalam pengoperasian dan pemeliharaan yang diberikan kepada komite air. Kontraktor profesional diperlukan untuk membangun sebuah sumur bor. IRD mengadakan proses tender yang transparan dan kompetitif untuk mengidentifikasi dan mengaryakan para kontraktor tersebut, dengan keterwakilan dari semua pemangku kepentingan. 
Meningkatkan Kapasitas Lokal dan Memastikan Keberlanjutan IRD menyediakan pelatihan bagi kelompok inti dan komite sanitasi air dalam keseluruhan proses. Pelatihan bagi Kelompok Inti mencakup hal-hal seperti fasilitasi masyarakat, promosi kesehatan dan kebersihan, konstruksi dasar, dan pemantauan Komite sanitasi air bertanggung jawab untuk memastikan pembersihan mingguan, pemeriksaan untuk tujuan pemeliharaan, dan, dalam hal sumur bor, pengoperasian pompa setiap hari. IRD juga bekerja bersama komite tersebut untuk menjadi lembaga yang lebih formal yang memiliki anggaran dasar, anggaran rumah tangga, serta kebijakan manajemen dan diakui oleh pemerintah kota/kabupaten. Untuk memperkokoh lembaga ini, komite mendapatkan pelatihan manajemen dan organisasi termasuk administrasi dan manajemen keuangan. Sistem tarif digunakan untuk memastikan tersedianya biaya pengoperasian dan pemeliharaan dan dikelola oleh Komite Sanitasi Air. Tarif untuk setiap rumah tangga didasarkan pada tingkat pemakaian dan dikumpulkan secara teratur. Dalam beberapa kasus, masyarakat mungkin memutuskan untuk menggunakan subsidi silang dimana rumah tangga yang lebih miskin dan/atau yang dikepalai oleh perempuan boleh membayar lebih rendah sementara tempat-tempat usaha membayar lebih tinggi. Akan tetapi hal ini terserah kepada masyarakat itu sendiri. Komponen penting lain untuk keberlanjutan adalah penggunaan praktik-praktik kesehatan dan kebersihan yang baik oleh masyarakat; tanpa kebersihan yang baik sarana-sarana air komunal dan rumah tangga akan dengan mudah terkontaminasi. Setiap Kelompok Inti desa memiliki anggota yang dilatih oleh IRD dalam hal meningkatkan kesehatan dan kebersihan. Para anggota ini pada gilirannya mengajari para tetangga mereka dan menganjurkan penggunaan praktik-praktik ini dalam masyarakat secara keseluruhan. Kelompok Inti dan Komite Sanitasi Air juga mendapatkan pelatihan dalam pemantauan dan evaluasi. Setalah proyek selesai, mereka akan melaksanakan pemantauan sendiri untuk memastikan bahwa sarana-sarana air dipergunakan dan dipelihara secara benar, dan bahwa masyarakat terus melakukan praktik-praktik kebersihan yang baik dan bahwa pengetahuan ini disampaikan ke generasi berikutnya. Staf IRD juga akan kembali setelah proyek selesai untuk mengevaluasi kualitas dari kelanjutan pengoperasian proyek tersebut.
|