| Sarana Komunal |
|
Air tidak hanya penting bagi kesejahteraan kesehatan dan ekonomi dari masyarakat tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan komunal di daerah pedesaan Indonesia. Kegiatan seperti mandi, mencuci pakaian, dan mengambil wudhu dilakukan di tempat-tempat milik bersama. IRD membantu komunitas-komunitas membangun sarana sanitasi yang murah yang memelihara tradisi hidup komunal seperti ini. Di Aceh, IRD telah membantu membangun 13 tempat mandi/cuci, 90 kakus bersama, 8 tempat wudhu, dan 148 keran air. IRD menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, dengan keterlibatan masyarakat yang kuat dalam proses identifikasi, perencanaan dan pelaksanaan, termasuk pengelolaan dan pemeliharaan. Sasaran kami adalah untuk memfasilitasi solusi-solusi yang efektif biaya dan berkelanjutan yang memaksimalkan jumlah penerima manfaat dan dapat dipelihara dengan mudah selama bertahun-tahun kedepan.
Melibatkan Masyarakat sejak Awal Membentuk Kelompok Inti dan Komite Sanitasi Air Komite Sanitasi Air dibentuk dibawah Kelompok Inti. Komite ini bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan berpartisipasi dalam pelaksanaan proyek maupun pemeliharaan dan pengoperasian selanjutnya di setiap desa setelah proyek selesai. Membangun Sarana Komunal Untuk tugas-tugas spesifik seperti pemasangan pipa ledeng atau pertukangan, kepala desa biasanya akan mencari seseorang untuk menyelesaikannya. Namun, apabila keahlian teknis yang lebih besar lagi diperlukan, IRD akan melibatkan kontraktor profesional setempat. IRD mengadakan proses tender yang transparan dan kompetitif untuk mengidentifikasi dan mengkaryakan para kontraktor ini. Semua pemangku kepentingan terwakili dalam proses penawaran dan pemilihan. Ketika membangun sarana komunal, praktik-praktik dan kebiasaan-kebiasaan setempat menjadi pertimbangan yang penting. Contohnya, sarana wudhu biasanya dibangun pada malam hari sehingga tidak mengganggu rutinitas keagamaan masyarakat sehari-hari. Praktik-praktik setempat juga penting penempatan dan pembangunan keran-keran air umum. Penempatan yang paling dapat diakses dan adil seringkali berada di sepanjang jalan utama desa. Sumber airnya bisa dari sumur hasil pengeboran dan didistribusikan dengan cara memompa atau dengan jaringan distribusi berumpan gravitasi.
![]()
Meningkatkan Kapasitas Lokal dan Memastikan Keberlanjutan Sistem tarif digunakan untuk memastikan tersedianya biaya pengoperasian dan pemeliharaan dan dikelola oleh Komite Sanitasi Air. Tarif untuk setiap rumah tangga didasarkan pada tingkat pemakaian dan dikumpulkan secara teratur. Dalam beberapa kasus, masyarakat mungkin memutuskan untuk menggunakan subsidi silang dimana rumah tangga yang lebih miskin dan/atau yang dikepalai oleh perempuan boleh membayar lebih rendah sementara tempat-tempat usaha membayar lebih tinggi. Akan tetapi hal ini terserah kepada masyarakat itu sendiri.. Komponen penting lain untuk keberlanjutan adalah penggunaan praktik-praktik kesehatan dan kebersihan yang baik oleh masyarakat; tanpa kebersihan yang baik sarana-sarana air komunal dan rumah tangga akan dengan mudah terkontaminasi. Setiap Kelompok Inti desa memiliki anggota yang dilatih oleh IRD dalam hal meningkatkan kesehatan dan kebersihan. Para anggota ini pada gilirannya mengajari para tetangga mereka dan menganjurkan penggunaan praktik-praktik ini dalam masyarakat secara keseluruhan. Kelompok Inti dan Komite Sanitasi Air juga mendapatkan pelatihan dalam pemantauan dan evaluasi. Setalah proyek selesai, mereka akan melaksanakan pemantauan sendiri untuk memastikan bahwa sarana-sarana air dipergunakan dan dipelihara secara benar, dan bahwa masyarakat terus melakukan praktik-praktik kebersihan yang baik dan bahwa pengetahuan ini disampaikan ke generasi berikutnya. Staf IRD juga akan kembali setelah proyek selesai untuk mengevaluasi kualitas dari kelanjutan pengoperasian proyek tersebut.
![]()
|




