| Pengembangan Kemampuan Tenaga Kerja |
|
Salah satu penyebab utama tingginya angka putus sekolah di Indonesia adalah ketidakmampuan sekolah-sekolah untuk mempersiapkan siswa untuk bekerja. Kurikulum dipandang terlalu terfokus pada persiapan menghadapi ujian dan bukan pada pengembangan kemampuan kerja praktis. Karena hanya sekolah dasar dan menengah pertama yang wajib diikuti di Indonesia, amatlah penting bahwa pendidikan dasar sembilan tahun mampu secara efektif mempersiapkan kaum muda untuk memasuki dunia kerja di tahap manapun yang mereka pilih. IRD menyadari kenyataan ini dan berupaya untuk mengintegrasikan kemampuan kerja praktis maupun soft skills ke dalam program pendidikan formal maupun non -formal.
![]()
Pendekatan IRD IRD bekerja bersama para pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan termasuk kaum muda, staf sekolah, dinas pendidikan, warga masyarakat, dan organisasi pemuda serta para mitra swasta lokal dan internasional, untuk meningkatkan relevansi pelajaran kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menengah pertama sehingga kaum muda di sekolah-sekolah dampingan dipersiapkan dengan baik untuk memasuki angkatan kerja setempat. Mempelajari Kemampuan Kerja melalui Kegiatan Non Kurikuler IRD telah melatih 343 guru dari 40 sekolah untuk menggunakan toolkits yang memasukkan kemampuan kejuruan kedalam kegiatan-kegiatan non-kurikuler: Student Governance, yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam hal proses demokrasi; Mediasi Sebaya, yang mencakup kegiatan-kegiatan yang mempersiapkan siswa untuk menyelesaikan dan berunding dalam suatu konflik; Bahasa Inggris untuk Kehidupan, Pendidikan dan Pekerjaan, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris praktis yang biasanya digunakan dalam pekerjaan; TIK untuk Kehidupan, Pendidikan, dan Pekerjaan, yang berisi ide-ide bagi guru-guru di sekolah-sekolah dampingan untuk membuat proyek-proyek pembelajaran yang memampukan siswa mengembangkan kemampuan TIK dan kemampuan kerja; serta Kesempatan untuk Hidup, Belajar dan Bekerja, yang dijelaskan pada halaman berikutnya. ![]() Membantu Siswa Mengambil Keputusan mengenai Karir IRD membantu kaum muda dalam mengambil keputusan mengenai karir melalui kegiatan-kegiatan yang ada dalam toolkit Kesempatan untuk Hidup, Belajar dan Bekerja yang dikembangkan oleh IRD. IRD telah melatih 15 orang pelatih dan 61 orang guru untuk menggunakan toolkit ini untuk memperkenalkan siswa kepada berbagai jenis pekerjaan, jalur pendidikan, dan dunia kerja. Melalui pekerjaan bayangan, penyelenggaraan pameran kerja dan mengundang pembicara tamu, serta kunjungan-kunjungan ke berbagai industri, para siswa mampu mengamati kemampuan-kemampuan kejuruan dan akademis yang digunakan di tempat kerja. Melalui kunjungan-kunjungan ke sekolah-sekolah menengah kejuruan dan umum, tur keliling ke siswa-siswa yang ada saat ini, serta wawancara dengan tenaga pengajar, para siswa sekarang mampu mengidentifikasi beasiswa, kesempatan kerja atau belajar, dan cara-cara lain untuk melanjutkan pendidikan mereka setelah sekolah menengah pertama demi mencapai sasaran karir mereka masing-masing. ![]() Pelatihan Kejuruan bagi Kaum Muda di luar Sekolah Fasilitator daerah IRD di Jawa Tengah telah pula melaksanakan pelatihan bagi kaum muda yang tidak bersekolah untuk memperoleh kursus-kursus pelatihan kejuruan. IRD melatih para mitra pendidikan non-formal di Karanganyar, Klaten, Boyolali, Jepara, Kudus, Demak, Grobogan, Blora, dan Purworejo untuk menyusun proposal hibah non-tunai berdasarkan kemampuan kerja yang dibutuhkan oleh industri-industri setempat. Selain pelatihan untuk menyusun proposal, IRD juga melatih mereka untuk menjalin kemitraan denan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong keberlanjutan dari program-program ini. IRD membantu sekolah-sekolah non-formal dalam menjalankan serangkaian kegiatan kejuruan sebagaimana yang telah dirancang dalam proposal mereka, termasuk perbaikan komputer dan jahit-menjahit serta bordir.
|




