Memfasilitasi Peningkatan Manajemen Sekolah
Dalam sistem pendidikan dasar yang terdesentralisasi, tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dan manajemen pendidikan tidak hanya berada di tangan sekolah melainkan juga di tangan masyarakat. Namun demikian, melibatkan masyarakat luar kedalam proses pendidikan menjadi tantangan tersendiri. Komite sekolah, para orangtua, dan warga masyarakat seringkali tidak menyadari adanya kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan sekolah. Melalui Proyek Peningkatan Kesehatan Siswa (Student Health Improvement Project (SHIP)), IRD telah berhasil menggeser perencanaan dan manajemen keuangan pendidikan ke tangan komite sekolah dan pemangku kepentingan kunci di masyarakat.

Pendekatan IRD

§    IRD menyelenggarakan pertemuan-pertemuan dengan komite-komite sekolah dan pimpinan-pimpinan sekolah secara terpisah untuk mempelajari pemahaman mereka masing-masing akan peran dan fungsi mereka, dan merancang program-program pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka.
§    IRD membentuk tim peningkatan kualitas pendidikan yang terdiri dari para pengawas sekolah dan pelatih guru yang bertanggung jawab untuk melatih guru dan kepala sekolah mengenai prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah.
§    IRD memperluas jangkauannya melebihi kelompok sasaran yang kecil dengan memberikan pelatihan kepada forum kepala sekolah kecamatan serta jaringan-jaringan guru.
§    IRD membentuk komite-komite sekolah yang terdiri dari para wirausaha setempat, tokoh agama dan orangtua untuk penyebarluasan dan partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Menghidupkan Kembali Pertemuan-pertemuan Komite Sekolah

Berdasarkan pengalaman jangka panjang IRD, para anggota komite sekolah amat penting bagi peningkatan hubungan antara sekolah dengan masyarakat, manajemen keuangan, dan penggalangan dana oleh karena posisi kepemimpinan mereka yang unik sebagai wirausaha setempat, tokoh agama dan orangtua di dalam masyarakat tersebut. Akan tetapi banyak anggota komite sekolah yang tidak aktif dan tidak memiliki informasi mengenai peran dan tanggung jawab mereka. Para kepala sekolah, guru dan anggota komite sekolah menghadapi tantangan yang sama tetapi tidak mampu untuk menanganinya sendiri-sendiri. Di 50 sekolah dampingan, IRD membentuk sebuah forum bagi para anggota komite sekolah, kepala sekolah, guru dan orangtua untuk mendorong upaya penyelesaian masalah secara bersama-sama. Untuk memfasilitasi lebih jauh pemahaman mengenai kontribusi masing-masing pemangku kepentingan terhadap perencanaan, eksekusi, dan pengambilan keputusan, IRD melatih 600 guru, 50 kepala sekolah, dan 150 anggota komite sekolah mengenai manajemen keuangan, kepemimpinan dan perencanaan pengembangan sekolah. Pendekatan IRD yang telah terbukti dengan cara bekerja lewat forum-forum guru dan kepala sekolah yang telah ada untuk menyampaikan pelatihan manajemen berbasis sekolah telah membawa dampak di setiap sekolah yang berada di lima kota/kabupaten dampingan.

Meningkatkan Kepemimpinan Sekolah dan Partisipasi Orangtua dalam Manajemen Sekolah
Sebelum adanya lokakarya-lokakarya manajemen berbasis sekolah yang diselenggarakan oleh IRD, para kepala sekolah dibebani dengan semua tugas administratif dan anggaran sehingga waktu mereka yang tersisa amat terbatas untuk memantau kelas-kelas dan mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi para guru dan siswa di dalam kelas. Namun, setelah lokakarya pelatihan, para anggota komite sekolah mampu untuk menjalankan banyak tugas kepala sekolah yang menghabiskan banyak waktu, seperti penyusunan anggaran. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan transparansi manajemen keuangan, tetapi juga peningkatan daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan pendidikan siswa maupun guru.
Orangtua juga sebelumnya tidak dilibatkan dalam kinerja akademis anak-anak mereka, dan menyalahkan para guru atas rendahnya prestasi akademis anak-anak mereka. Tetapi begitu mereka memperoleh informasi selama lokakarya pelatihan IRD mengenai peran mereka dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka, mereka mulai mengamati kelas-kelas dan menjadi sadar akan tantangan-tantangan yang dihadapi para guru, sehingga para orangtua ini menjadi lebih berempati dan suportif. Sebagai contoh, orangtua mulai melobi dalam forum-forum bersama sehingga menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kontribusi masyarakat kepada sekolah.

Manajemen Sumber Daya Sekolah yang Lebih Efektif dan Efisien yang Disebabkan oleh Transparansi yang Lebih Baik
Di masa lalu, sebagian besar perbaikan kualitas sekolah ditekankan pada peningkatan fasilitas dan rekonstruksi sekolah, yang memakan porsi anggaran yang besar dan hanya menyisakan sedikit anggaran untuk pelatihan guru, alat bantu pembelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler. Akan tetapi, setelah adanya pelatihan dan fasilitasi terus-menerus, IRD menyaksikan pergeseran yang dramatis dalam hal prioritas dan perbaikan di semua kota/kabupaten dampingan. Sekolah-sekolah yang menerima pelatihan dari IRD secara terbuka memampang anggaran sekolah di ruang kantor sekolah. Perbincangan-perbincangan mengenai anggaran yang sebelumnya hanya dilakukan antara kepala sekolah dan ketua komite menjadi terbuka untuk umum. Kesadaran yang meningkat mengenai sumber daya finansial yang aktual dan kajian kebutuhan yang akurat berdampak pada penggunaan dana yang lebih efektif dan kontribusi masyarakat yang lebih besar. Sebagai contoh, sekolah mulai memasukkan bahan-bahan pelajaran kelas dan lebih banyak kegiatan ke dalam anggaran sekolah. Warga masyarakat menyumbang lebih banyak dana untuk sumber daya sekolah, dan memiliki pengetahuan lebih banyak mengenai hak serta kewajiban pendidikan mereka, dengan mengambil tanggun jawab untuk mengawasi kualitas pendidikan dan menetapkan prioritas anggaran.
 

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/admird/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99