Program-program di Indonesia

Sejak 1999, IRD telah membantu masyarakat Indonesia yang paling memerlukan bantuan. Melalui pendekatan lintas sektor dan terpadu, IRD telah melaksanakan program-program untuk menangani permasalahan pangan dan gizi, kesehatan dan sanitasi, perbaikan infrastruktur, pendidikan, perdamaian, pemerintahan yang demokratis, dan tanggap darurat. Saat ini, IRD memiliki kantor-kantor di Jakarta, Banda Aceh, Yogyakarta, Semarang, Palu, dan Jayapura.

 


Memperkokoh Masyarakat yang Damai dan Stabil

IRD memberikan dukungan program, administratif, dan logistik bagi program hibah strategis dan bantuan teknis milik USAID bernama SERASI untuk mengurangi konflik sosial dan mendukung inisiatif penciptaan perdamaian di Aceh, Sulawesi Tengah, Kep. Maluku, dan Papua hingga tahun 2010. Program SERASI membantu organisasi kemasyarakatan, lembaga publik, dan mitra-mitra setempat lainnya untuk mengatasi penyebab-penyebab dan konsekuensi-konsekuensi dari konflik kekerasan melalui kegiatan-kegiatan yang berbasis masyarakat dan didorong oleh masyarakat, pelatihan, pemantauan serta pembentukan jaringan.
Program ini menggunakan perencanaan pembangunan terdesentralisasi yang partisipatif untuk menentukan penggunaan hibah yang paling strategis untuk proyek-proyek lokal, propinsi dan nasional yang mendorong penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia dan perbaikan hubungan antar kelompok; melembagakan proses perdamaian yang sah di Aceh; meningkatkan kapasitas untuk menangani konflik; dan mendukung sektor keamanan yang demokratis dan transparan.

Membina Kecakapan Hidup

IRD, Save the Children, dan Academy for Educational Development, melalui USAID, bekerja bersama-sama di tujuh propinsi untuk membantu kaum muda menjadi lebih siap untuk pembelajaran seumur hidup, memasuki dunia kerja, dan berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat. Program Decentralized Basic Education III (DBE3) akan melatih hingga 200.000 guru di 400 sekolah antara tahun 2005 hingga 2010. Bahan-bahan yang disusun untuk DBE3 telah direplikasi oleh lembaga-lembaga di luar daerah-daerah yang menjadi target awal dan metode-metode pengajaran IRD telah diadopsi oleh para pelatih dari Depdiknas. IRD melaksanakan kegiatan-kegiatan DBE3 di Jawa Tengah.
Di tingkat nasional, IRD bekerja melalui aliansi publik-swasta antara USAID dan Conoco Phillips untuk memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada komunitas-komunitas yang terkena dampak dari gempa bumi bulan Mei 2006 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dalam perjanjian yang terpisah antara USAID dan Intel, IRD menyiapkan lab-lab komputer dan mengembangkan kapasitas para Master Trainer di Jawa Tengah. Mereka menggunakan buku panduan Intel Getting Started untuk meningkatkan kemampuan komputer para guru sehingga mereka pada gilirannya dapat mempersiapkan para siswa mereka memasuki dunia kerja abad ke-21.

Memperbaiki Kesehatan dan Gizi 

Sejak 1999, IRD, dengan pendanaan dari Departemen Pertanian AS, telah bekerja untuk memperbaiki status kesehatan dan gizi dari keluarga-keluarga berpenghasilan rendah beserta anak-anak mereka. Kegiatan terbaru IRD, Better Food for Better Lives Program (BFBL), memproduksi dan memasarkan produk-produk makanan bergizi dengan harga yang lebih rendah di tujuh propinsi di Jawa, Bali dan Lombok, yang melayani 1,5 juta konsumen. BFBL mendorong perkembangan sektor swasta di bidang industri makanan dengan bekerja sama dengan beberapa pabrik lokal untuk memproduksi bihun yang difortifikasi dengan kedelai serta kecap manis yang diperkaya dengan yodium. BFBL merupakan kelanjutan dari program IRD yang sukses, Noodle Food Assistance Program, yang kemudian direplikasi di beberapa negara lain. BFBL memberikan bantuan selama tiga tahun dan selesai pada bulan Juni 2008.


 

The Student Health Improvement Program (SHIP), juga didanai oleh Deptan AS, merupakan program kesehatan masyarakat yang komprehensif yang menargetkan 81.000 anak sekolah beserta komunitas mereka di lima kota/kabupaten di Jawa Tengah ditambah Kabupaten Yogyakarta. SHIP memanfaatkan sebuah pendekatan lintas sektor terpadu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah dampingan. Kegiatan-kegiatan dalam program ini mencakup pelatihan bagi pelatih mengenai metode pengajaran partisipatif, penguatan komite manajemen sekolah, perancangan dan pembangunan fasilitas air dan sanitasi yang memadai, pendistribusian alat-alat dan bahan-bahan kesehatan, studi dan pengobatan cacingan yang ekstensif, program-program penjangkauan masyarakat, serta peningkatan kapasitas organisasi-organisasi masyarakat. SHIP dilaksanakan dalam dua tahap: tahap pertama dilaksanakan dari tahun 2002 hingga 2006 dan tahap kedua dilaksanakan dari tahun 2007 hingga tahun 2008.

 

Membangun Kembali Infrastruktur dan Memperbaiki Sanitasi
Dengan terjadinya bencana tsunami 2004, IRD dan UNICEF memperbaiki status kesehatan jangka panjang dari komunitas-komunitas yang terkena dampak tsunami, khususnya perempuan dan anak-anak, di propinsi Aceh melalui kombinasi antara peningkatan akses terhadap layanan air bersih dan sanitasi dan pendidikan mengenai praktik-praktik kesehatan dan kebersihan yang baik. Dalam rangka program Kolaborasi Restorasi Air bagi Kota Kecil dan Masyarakat Pedesaan (Collaborative Small Town and Rural Communities Water Restoration Program), IRD merestorasi dan memperbaiki delapan sistem pasokan air yang melayani 272.000 penduduk kota. Instansi yang berwenang, PDAM, mendapat pelatihan untuk mengoperasikan dan memelihara fasilitas-fasilitas ini dengan benar. IRD juga bekerja bersama 24 komunitas pedesaan untuk membangun fasilitas pasokan air dan sanitasi desa yang akan dioperasikan dan dipelihara oleh komunitas tersebut. Selain itu, IRD merehabilitasi fasilitas sanitasi air di 20 sekolah dampingan UNICEF di komunitas-komunitas ini.

Tanpa pemahaman dan kesadaran akan sanitasi yang baik, perbaikan infrastruktur tak akan cukup untuk mempertahankan kesehatan yang baik dalam jangka panjang. IRD telah melatih bidan-bidan, baik yang ada di puskesmas maupun di tingkat desa, serta kelompok-kelompok perempuan dan komite-komite sanitasi air desa mengenai metode-metode peningkatan sanitasi. IRD juga melaksanakan program WASH dari UNICEF di sekolah-sekolah. IRD melatih para guru dan siswa pendidik sebaya untuk mendidik siswa lain mengenai praktik-praktik sanitasi yang baik dengan metodologi pembelajaran aktif. Program ini dilaksanakan sejak September 2005 hingga Juni 2008.

Tanggap Darurat
Beberapa jam setelah gempa bumi tahun 2006 di Yogyakarta, staf IRD mulai membagikan makanan dan obat-obatan ke rumah-rumah sakit dan memobilisasi sumber daya untuk menyediakan air, makanan dan tempat tinggal bagi para korban. Bekerja sama dengan Deptan AS dan World Food Program, IRD mendistribusikan kira-kira 450 metrik ton mie instant ke lebih dari 198.700 penerima di wilayah-wilayah yang terkena dampak. IRD juga bekerja sama dengan para mitra internasional untuk mengirimkan obat-obatan senilai lebih dari $1,8 juta ke wilayah tersebut.
 

 

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/admird/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99